Bolehkah Berutang dari Dana Masjid dalam Islam ?

Artikel kali ini, Ikhsanisme akan membahas tentang Bolehkah Berutang dari Dana Masjid dalam Islam ?

Setiap masjid memiliki pengurus yang melayani para jemaah muslim untuk menginfaqkan hartanya di jalan Allah

Kadang kita dengan ada masjid yang memiliki saldo hingga mencapai ratusan juta rupiah. Ada juga masjid yang saldonya tiap pekan selalu habis, biasanya karena ada pembangunan bagian masjid.

Karena banyaknya saldo masjid, apakah kita boleh mengambil utang dari saldo atau dana masjid tersebut ?

Mari kita simak jawaban tentang Bolehkah Berutang dari Dana Masjid dalam Islam ?

Bolehkah Berutang dari Dana Masjid dalam Islam ?

Kasus:

Bolehkah kita hutang ke masjid, karena dana masjid sisa banyak? Jadi Takmir meminjamkan dana masjid untuk orang yang tidak mampu di sekitar masjid. Apakah hal itu diperbolehkan ?

Jawab:

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com). 

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Harta yang diinfakkan untuk masjid, statusnya adalah wakaf untuk masjid. Sementara takmir sebagai penerima wakaf, merupakan nadzir wakaf (pengelola wakaf).

Mengingat itu ditujukan untuk masjid maka tidak boleh digunakan untuk selain kepentingan masjid. Termasuk dipinjamkan ke orang lain. Karena ini bagian dari sikap tidak amanah.

Ketika jamaah menginfakkan hartanya ke masjid, dia menginginkan agar uang dimanfaatkan untuk masjid. ketika takmir menggunakannya untuk selain tujuan jamaah, berarti takmir telah menyalahi amanah.

Syaikh Zakariya al-Anshari – ulama Syafiiyah – menyatakan,

ليس للناظر أخذ شيء من مال الوقف على وجه الضمان، فإن فعل ضمنه

Tidak boleh bagi nadzir wakaf (pengelola wakaf) mengambil sebagian harta wakaf untuk diutang. Jika dia langgar, wajib menanggung ganti rugi. (Asna al-Mathalib, 2/472).

Beliau juga mengatakan dalam Syarhul Bahjah,

Baca Juga:  Bagaimana Hukum Memanfaatkan Barang Gadai dalam Islam ?

ولا يجوز أن يأخذ من مال الوقف شيئاً على أن يضمنه، فإن فعل ضمنه، وإقراض مال الوقف كإقراض مال الصبي

Tidak boleh mengambil bagian dari harta wakaf untuk diutangkan. Jika dilanggar, wajib ganti rugi. Mengutangkan harta wakaf, seperti mengutangkan harta anak kecil. (Syarh al-Bahjah).

Mengutangkan harta anak kecil adalah sikap tidak amanah yang dilakukan oleh pihak yang mengurusi anak itu.

Dalam fatwa islam dinyatakan,

الأموال التي تُجمع للقيام على المساجد بما تحتاجه هي أموالٌ وقفية لا يحل للقائم عليها أن يقترض منها لنفسه ، ولا أن يُقرض منها أحداً ، فهو مؤتمن على هذا المال لإنفاقه في المصرف الذي حدده المتبرع

Harta yang diserahkan untuk mengurusi kebutuhan masjid adalah harta wakaf. Tidak boleh bagi pengelola untuk meminjam harta itu, baik untuk kepentingan pribadi, maupun diutangkan ke orang lain. Pengelola harta masjid mendapat amanah untuk menjaga harta ini, agar dialokasikan untuk kepentingan yang diinginkan orang yang infaq. (Fatwa Islam, no. 158131)

Allahu a’lam.

Itulah penjelasan tentang Contoh Undian yang Diperbolehkan dalam Islam. Semoga kita bisa mendapatkan manfaat didalamnya.

 

(Sumber: https://pengusahamuslim.com/4737-boleh-utang-dari-infaq-masjid.html)

Artikel Terkait dan Menarik

Baca Juga:  Perbedaan Qadha dan Qadar Menurut Para Ulama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here